Jalan tergenang air seperti kolam sudah hampir satu tahun 5 bulan, aksi tabur lele tersebut bentuk kekecewaan warga tehadap pemerintah, karena tidak mendapat perhatian dan tindakan untuk perbaikan maka warga beramai-ramai menaburkan ikan lele untuk dijadikan tempat pemancingan.
“Aksi Spontan yang dilakukan oleh warga lintas Desa merupakan bentuk kekecewaan warga. Karena sudah 1.5 tahun air tergenang di jalan raya provinsi tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah. Kalau diukur-ukur sudah sering tapi tidak ada realisasi apa-apa. sepertinya Pemerintah tutup mata. Sudah banyak kerugian yang dialami oleh warga yang melintas terutama kendaraan roda dua banyak yang mogok karena terendam air, banyak pekerja, karyawan, pegawai, dan anak sekolah yang terlambat karena motornya mogok dan pakaianya basah. Maka tolonglah Pemerintah segera atasi permasalahan ini, ” kata Jahrul Motaqim salah seorang warga Songgom.
Sementara Halimah, anggota BPD Desa Koper mengatakan, “Kami warga Desa Koper, Desa Songgom, Desa Parigi dan pengguna jalan ini merasa dirugikan. Jalan ini masuknya jalan lintas provinsi. yang melintas disini dari mana-mana. Yang sedihnya lagi, anak sekolah, guru, karyawan, pedagang, tukang ojek banyak yang mengeluh karena motor mogok lah ! Dan harus mutar jauh keliling lewat Desa Parigi atau Kampung Kebun Jeruk yang jarak tempuh 1.5 km. Sudah hampir 1.5 tahun Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi Banten tidak ada perhatian, semoga dengan adanya aksi ini menjadi perhatian dan didengar oleh Pemerintah khususnya Dinas PU, DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi Banten, “tukasnya.
Masih ditempat yang sama Kamsudin dan Ujang warga Songgom, keduannya tukang ojek pangkalan yang sudah 10 tahun beroperasi di pertigaan Asem, mengeluh karena dengan adanya jalan Cikande-Carenang sudah 1,5 tahun tergenang air, yang berakibat merugikan penghasilan tukang ojek, yang mana tadinya kami lewat di jalan ini, akhirnya harus mutar lewat jalan parigi lebih jauh jaraknya hampir 1.5 km. Mereka berharap dengan adanya aksi spontanitas agar menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten. “Karena anggaran APBD Banten besar Pak, ? kata Kamsudin.
Ujang menambahkan, “Dulu sebelum adanya pabrik baja dan gudang besi jalan ini tidak tergenang air seperti ini. Setelah ada bangunan pabrik dan gudang, air tidak bisa mengalir. Bahkan dari dalam gudang ada gorong-gorong pembuangan air keluar jalan, ” pungkasnya.***(Red-SiBer).